Menatap ke arah jendela ... Sayup-sayup udara berterbangan nan sejuk terasa dibatin ini. Seketika terucap dalam diri:
“Seandainya hidup gw sama seperti
orang kebanyakan, gak main game dan hanya ada tv saja di rumah apa ya jadinya?”
![]() |
| ilustrasi |
Kalimat ini terucap saat gw masih duduk di bangku
sekolah. Saat itu, gue merasa punya segalanya. Salah satunya PC Desktop
yang sanggup menjalankan game-game keluaran terbaru tiba-tiba saja terpikirkan
akan hal yang tak pernah bisa gw bayangkan sebelumnya. Be careful for what you
said! Karena omongan itu adalah doa, siapa tahu dikemudian hari omongan kalian
terwujud suatu hari nanti. Sampai akhirnya omongan tadi
menjadi kenyataan. And the worst thing happened! laptop satu-satunya Asus A53SV yang
gw miliki telah rusak dan gw buang di tahun 2023.
Asumsi gw berpikir dimana gw yang belum mendapatkan pekerjaan akan segera mendapatkan rezeki entah dari mana dan gw bisa secepatnya membeli laptop. Biaya servis laptop yang sangat mahal menjadikan gw berpikir ribuan kali untuk mengurungkan niat memperbaiki laptopnya. Asus Service Center juga sudah menolak laptop gw dengan alasan laptop keluaran tahun 2015 ke bawah sudah tidak ada lagi sparepart nya.
Jujur saja, ponsel dan laptop adalah satu-kesatuan items yang pokok buat gue. Gw yang masih aktif mencari pekerjaan tidaklah mudah dengan keterbatasan yang gw miliki kala itu. Akhir Maret 2023 adalah waktu yang berat untuk mengucapkan selamat tinggal kepada laptop kesayangan gue Asus yang sudah menemani selama 12 tahun lamanya. Sejak 2011 ada banyak sekali kenangan di sana. Start dari jaman kuliah yang struggling-nya setengah mati sampai bisa lulus kuliah dengan laptopnya adalah suatu kebanggan tersendiri buat gue. Setelah lulus kuliah laptop ini masih menemani sampai akhirnya bertemu di momen terakhirnya. Mulai dari aktifitas perkuliahan untuk kuliah online, menonton film sampai bermain game yang dipaksakan dengan tuntutan spesifikasi sistem yang tidak memenuhi persyaratan juga sudah gue rasakan di laptop ini. All thanks to you!
![]() |
| 🗲 Here comes the disaster 🗲 |
Sejak Maret 2023, kehidupan gw berubah total. Dari yang tadinya apa-apa pakai laptop sekarang menjadi dependen mengandalkan ponsel. Sebelumnya gw menggunakan ponsel hanya untuk tethering hotspot saja. Sinyal internet di ponsel gw berikan ke laptop untuk rutinitas gw dalam berselancar di internet. Kalaupun memang ada kegiatan di hp, hanya sekedar menyalakan internet saja—tidak sampai 5 menit! Apabila tidak ada email masuk, WhatsApp atau pesan notification yang penting lainnya maka saat itu juga gw matikan internetnya. Begitu laptop tiada, semua aktifitas menjadi satu di sini! Termasuk mencari pekerjaan selama 2 tahun lamanya pernah gw rasakan. Membuka aplikasi di smartphone itu rasanya serba nanggung! Layar yang kecil dan tulisan yang cenderung dimuat dalam satu layar cenderung kurang nyaman karena jarak view nya yang sempit. Last but not least, gw bukan tipikal orang yang aktif mainin hp, termasuk gaming di smartphone.
Waktu gw comeback main Call of Duty Mobile rasanya tidak
banyak yang berubah. Bermain game diponsel 10-15 menit saja hp nya sudah terasa
hangat dan akan panas seiring lamanya kita mainin game nya. Pasti kalau udah di
momen seperti ini hp nya bakalan gw taruh di lantai supaya hp nya gak begitu
panas.
Gue pernah rental komputer internetan war e-meterai
CPNS 2024 sampai harus di tempat fotocopy berjam-jam. Biaya yang membengkak
karena harus beli materai elektronik meski akhirnya gak dapet juga karena
server yang menjual materai elektronik tersebut bermasalah. Ditambah lagi duit
gue yang udah keburu habis sehabis-habisnya disana. Pernah juga di bulan Ramadhan
sampai harus berteduh karena hujan deras selama 3 jam di tempat fotocopy. Belum
lagi drama-drama lainnya kalau satu per satu kalau gw sebutin di sini gak akan
ada habisnya. Suka tidak suka aktifitas komputer gw kala itu memaksa gw perlu rental komputer cari di luaran sana. Apa-apa yang biasanya praktis tinggal gw lakukan dengan
mudah, sekarang perlu extra effort-nya.
![]() |
| Living with just a phone |
Begitu saja aktifitas gw selama 2 tahun. Scrolling –
scrolling ala millenials di sosmed dimana ini menjadi kebiasaan baru. Doom Scrolling
yang tiada habisnya sampai akhirnya di penghujung November 2024 gue menemukan iklan
di Facebook:
“We need Indonesian native
speakers!”
Awalnya gw udah mulai curiga kalau ini scam, tujuan nya
semacam penipuan yang berakhir phishing, mencuri data pribadi kita. Namanya orang
udah kepepet butuh uang wajar saja bakal lakuin segala cara. Personally for me,
as long as it halal gw akan lakukan pekerjaan apapun yang gw mampu. Gw klik
link iklan tersebut, diarahkan ke websitenya dan berakhir Sign up! Sudah
registrasi di sana dan gw diminta untuk menjadi pengisi suara orang Indonesia dengan
projek pekerjaan yang telah disepakati. Terdapat NDA juga yang sudah ditanda tangani.
(NDA: Non-Disclosure Agreement)
![]() |
| ilustrasi |
Tepat sekali, pekerjaan ini hanya mengandalkan ponsel semata. Satu per satu pekerjaan yang sudah dirinci ini gw kerjakan bertahap dengan deadline satu minggu. Oh ya, this is my first time remote job! Menjadikan pekerjaan ini adalah pekerjaan jarak jauh pertama yang gue lakuin. Gw berhasil menyelesaikan pekerjaan ini dengan 5 hari. No problem at all. Do you realize after that what happened to me?!
Di sini gue mulai berpikir, seandainya gw dibohongi
berarti gw udah ditipu mentah-mentah! Enak banget ya dia?! Semua pekerjaan yang
pihak sana berikan telah gw selesaikan namun dia tidak memberikan kabar dan
penjelasan, mengenai payment yang sudah deal sebelumnya dan sudah tertuang di
dalam perjanjian. Pekerjaan nya sudah gw selesaikan, dan dia kabur semudah itu?
Yes they can do that if they want~ Justru gw baru kepikiran hal semacam ini
saat pekerjaan nya sudah gw selesaikan ...
Momen yang sama, gw juga menemukan lowongan pekerjaan
ini di Linkedin. Namun memang post date pekerjaan tersebut sama dengan tanggal
dimana gw melihat postingan iklan ini di Facebook. Gw tetap melamar juga di
Linkedin dengan harapan mendapatkan pekerjaan lainnya yang bersifat tetap.
Tiba-tiba di website tempat gue register pekerjaan ini
muncul Gold dalam jumlah yang cukup lumayan. Catatan gold di sini dikonversikan
dalam bentuk uang yang akan kita transfer ke rekening kita nantinya, bisa
dibilang Gold ini semacam bentuk “Uang” nya. Ternyata pekerjaan yang sudah gw
selesaikan benar-benar membuahkan hasil yang nyata! Wohoo gue senangnya bukan maen!!!
Butuh waktu pencairan sekitar 2 minggu transfer mancanegara ke bank yang ada di
Indonesia. Sesampainya uang itu masuk ke rekening pribadi gue, gw udah langsung
terpaku ke satu tujuan utama: mendapatkan sebuah laptop! Tiba saatnya 3 bulan
kemudian seluruh uang yang gw dapatkan ini dan uang lainnya gw gunakan untuk
membeli laptop. It feels so good! Adventure yang cukup menyiksa ini akhirnya bisa
terhenti di sini.
Terhitung Februari 2025, laptop baru telah sampai di tangan
gue. In fact, sebenarnya gw gak ada niatan buat beli laptop sebagus ini. Namun
karena ada promo ditanggal kembar 1.1 menjadikan semua rencana berubah! Tadinya
gue udah punya laptop Asus yang sudah masuk wishlist, gw jadi cek laptop-laptop
lainnya karena ada diskon yang cukup lumayan. Sampai akhirnya gw menjatuhkan ke
pilihan ke laptop Lenovo LOQ I5IAX9E. You read that right! Ini menjadi laptop
gaming pertama yang gw miliki. Ada rasa kebanggaan tersendiri karena gue ngerasa mendapat lebih dari apa yang gw mau.
![]() |
| FINALLY! Setelah sekian purnama akhirnya punya laptop lagi 😄 |
Akhir kata tidak lupa untuk mengucap Alhamdulillah.
"Karena pada akhirnya, yang hilang bukan benar-benar pergi—dia cuma memastikan gue siap menerima sesuatu yang bahkan dulu gak pernah gue bayangkan."
Visit me on: Saweria | Paypal | Youtube





Comments
Post a Comment
What's Up?