Rutinitas harian apabila sedang senggang dalam 3 tahun terakhir adalah bersepeda. Kegiatan ini biasa gw lakukan pagi hari, tidak menutup kemungkinan juga di sore hari apabila cuaca mendukung. Perlahan tapi pasti, berpergian menggunakan sepeda sudah menjadi bagian dari hidup gue. Let’s say for example: Selama gw kuliah sebelumnya dalam kurun waktu 4 tahun gw bersepeda dari rumah sampai jalan yang banyak tanjakan nya memakan jarak tempuh 14 km, dengan total pp 28 km untuk sekali jalan. Untuk tiga tahun terakhir ini hanya gowes sepeda 8 km saja, dan jarak maximum yang gue tempuh sekitar 10 km. Saat memindahkan gigi sepeda, kadang pro ses transisi gigi nya itu gak smooth. Beberapa kali macet sampai akhirnya sadel sepeda tersebut berpindah dengan cepat otomatis tanpa gw sadari yang membawa kaki gw ini terhentak & kaget! Gear shift sepeda yang gw lakukan ini memang sudah terjadi berkali-kali, apa sepeda nya memang jadul atau munkgin proses perpindahan gigi nya memang begini....
Cek ini itu. Periksa ini dan itu ... Apa hasilnya? Sebelumnya dari Rumah Sakit mendapatkan surat keterangan untuk menghindari ruangan Ber-AC. Setelah konsultasi dengan Kedokteran Nuklir dan Pencitraan Molekuler lalu cek lab, kembali lagi ke Dr. Spesialis Penyakit Dalam dan di sana gw bertemu dokter yang berbeda (?) karena dokter yang sama hanya ada di hari Sabtu. Dari awal lagi, gw perlu menjabarkan panjang lebar mengenai badan gue yang dingin permanen ini. Saat terkena udara, air dingin, angin dari penyejuk udara atau apapun itu gw gak bisa bertahan terlalu lama. Orang lain bisa bersantai sambil main ponsel di dalam ruangan dengan Air Conditioner yang sejuk, menonton atau bahkan tertidur seperti manusia pada umumnya. Gue? Gak perlu waktu lama! Cukup beberapa menit saja badan ini sudah dingin bergetar dan dapat menggigil apabila memaksakan diri sedikit lebih lama. Benar, hal seperti ini sudah gw alami sejak kecil. Hidung yang mampet/meler atau bahkan keduanya, asma samp...