Rutinitas
harian apabila sedang senggang dalam 3 tahun terakhir adalah bersepeda.
Kegiatan ini biasa gw lakukan pagi hari, tidak menutup kemungkinan juga di sore
hari apabila cuaca mendukung. Perlahan tapi pasti, berpergian menggunakan
sepeda sudah menjadi bagian dari hidup gue.
Let’s say for example: Selama gw
kuliah sebelumnya dalam kurun waktu 4 tahun gw bersepeda dari rumah sampai
jalan yang banyak tanjakan nya memakan jarak tempuh 14 km, dengan total pp
28 km untuk sekali jalan. Untuk tiga tahun terakhir ini hanya gowes sepeda 8 km
saja, dan jarak maximum yang gue tempuh sekitar 10 km.
Saat memindahkan gigi sepeda, kadang proses transisi gigi nya itu gak smooth. Beberapa kali macet sampai akhirnya sadel sepeda tersebut berpindah dengan cepat otomatis tanpa gw sadari yang membawa kaki gw ini terhentak & kaget! Gear shift sepeda yang gw lakukan ini memang sudah terjadi berkali-kali, apa sepeda nya memang jadul atau munkgin proses perpindahan gigi nya memang begini.
Sampai akhirnya ada satu moment dimana saat gw baru menaiki sepeda beberapa menit, proses pindah gigi sepeda yang gw lakukan tidak berjalan mulus dan kaki gw kaget sekaget-kagetnya! Suara serrrr-TRAK yang menarik kaki ini karena ketarik gowesan sepeda bikin gue sontak kaget, menahan rasa sakit sambil berpikir semoga saja tidak terjadi apa-apa. Kalau di ibaratkan, mungkin seperti turun dari anak tangga namun kita melangkah 1-2 anak tangga secara tidak sadar. Ada hentakan dan sensasi kaget yang dirasakan. Mungin itu perumpamaan mudahnya meski tidak bisa menyamai kaki yang ketarik secara cepat & tiba-tiba di gowesan tadi ...
Sampai 1 bulan kemudian gw masih melanjutkan bersepeda seperti biasa sambil menahan rasa sakit. Hanya saja ada sesuatu yang mengganjal: paha gue sakitnya bukan main akibat perpindahan gigi sebelumnya. Rasa sakit ini bukan nya menghilang malah semakin menjadi-jadi! Karena rasa perih ini akan sangat terasa saat gw duduk, tidur, jongkok dan proses dari bangun duduk, tidur dan jongkok tadi.
Gw baru ke dokter dan urus
segala administrasi medis nya di bulan puasa malahan. Mendapatkan proses
fisioterapi yang sudah berjalan sampai saat ini dengan diagnosa terkena Hamstring Injury Grade 3C. Awalnya gue anggap recehan, malah ternyata seserius ini cedera nya. Proses recovery pun berjalan perlahan-lahan, tidak bisa instan.
Untuk sementara ini gw belum
menyentuh sepeda lagi terhitung sudah 4 bulanan lebih. Cukup aneh hal yang
biasanya jadi rutinitas sekarang mesti terhenti, sekarang aktivitas mesti terbatas. Pernah coba-coba iseng naik sepeda, meski rasa sakitnya
bisa ditahan namun dipertengahan rasa nyeri nya memang tak terbendung. Like it
or not, gue memang perlu rehat sejenak dari gowes sepeda dan aktivitas berat
lainnya.
Catatan: Hamstring Injury Grade 3C merupakan hasil Scan MRI. Berdasarkan BAMIC (British Athletics Muscle Injury Classification)
Comments
Post a Comment
What's Up?