Cek ini itu. Periksa ini dan itu ... Apa hasilnya?
Sebelumnya dari Rumah Sakit mendapatkan surat keterangan untuk menghindari ruangan Ber-AC. Setelah konsultasi dengan Kedokteran Nuklir dan Pencitraan Molekuler lalu cek lab, kembali lagi ke Dr. Spesialis Penyakit Dalam dan di sana gw bertemu dokter yang berbeda (?) karena dokter yang sama hanya ada di hari Sabtu.
Dari awal lagi, gw perlu menjabarkan panjang lebar mengenai badan gue yang dingin permanen ini. Saat terkena udara, air dingin, angin dari penyejuk udara atau apapun itu gw gak bisa bertahan terlalu lama. Orang lain bisa bersantai sambil main ponsel di dalam ruangan dengan Air Conditioner yang sejuk, menonton atau bahkan tertidur seperti manusia pada umumnya.
Gue? Gak perlu waktu lama! Cukup beberapa menit saja badan ini sudah dingin bergetar dan dapat menggigil apabila memaksakan diri sedikit lebih lama. Benar, hal seperti ini sudah gw alami sejak kecil. Hidung yang mampet/meler atau bahkan keduanya, asma sampai demam adalah hal biasa yang gw alami karena paparan dingin tersebut.
Kali ini dokter yang menangani gue prefer fokus ke efek after-cold nya. Setelah gw menceritakan perihal Asthma, menggigil, demam dan lainnya gw menerima resep obat yang perlu diambil di apotek. Hal ini menjadi sorotan karena gw tetap perlu ke bagian farmasi mengingat gue sedang dalam kondisi prima. Namun Dokter berpesan bahwa obat-obatan ini cukup digunakan apabila penyakit sedang kambuh.
FYI this is the most expensive
medicine I’ve ever received while using government health insurance! Singkat
kata, selama gue memakai BPJS ini pertama kalinya gue menerima obat-obatan yang
kalau dinominalkan sebesar 1jt lebih dikit. Obat termahal yang gue terima memiliki
HET (Harga Eceran Tertinggi) sebesar Rp764.294,00 yang tertera di kemasan.
Sewaktu-waktu obat-obatan ini akan berguna disaat yang tepat. Setelahnya gw
mendapat rujukan ke Rumah Sakit Tipe A untuk ke Spesialis
Internist ...
Sesampai nya di RS Tipe A ini gw perlu menunggu sekitar 1 jam-an sampai dokternya tiba. Meskipun tertulis nomor “4” di kertas antrian yang gw terima ternyata orang yang dipanggil pertama adalah gue!
Langsung saja masuk ke ruangan dokter. Sesampai nya di ruangan ini kembali
menjelaskan sama seperti awal tadi mengenai kondisi badan gw dan mendapat
balasan:
“Obat untuk menaikkan suhu
tubuh itu tidak ada. Obat untuk memanaskan badan itu gak ada.”
Bergulat dengan eksplanasi dokter dan gue sendiri sebagai pemberi tanggapan yang mengalami badan dingin ini ... Kami berdua terus saling melemparkan jawaban. Mulai dari penjelasan awal kenapa badan gue bisa seperti ini sampai mendengar respons panjang lebar sang dokter. Kini pencarian gw telah usai, masa-masa penasaran gue selesai di sini karena memang tidak ada lagi yang dapat merubah kondisi ini.
Akhir kata, setelah hasil kunjungan dari Rumah Sakit Tipe A gue mendapatkan Surat
Keterangan Sehat (Certificate of Health) yang bertuliskan:
Kondisi kesehatan saat ini: Fit (pasien hipersensitivitas terhadap udara dingin).
But that’s okay!
Visit me on: Saweria | Paypal | Youtube
Comments
Post a Comment
What's Up?